Sarkowi Tegaskan Kemandirian Pangan Kunci Utama Menopang Masa Depan IKN

img

Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry

 

POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA : Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Sarkowi V Zahry, menegaskan bahwa kemandirian pangan berbasis potensi lokal harus menjadi pijakan utama dalam menyongsong masa depan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

 

Dalam pandangannya, pembangunan IKN yang masif harus diimbangi dengan sistem ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

 

Menurut Sarkowi, Kalimantan Timur memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor pertanian dan pangan. Namun, potensi besar itu masih menghadapi tantangan mendasar: belum terintegrasi dalam sistem produksi dan distribusi yang efektif.

 

“Kita punya kekuatan pangan lokal yang luar biasa, tapi belum dikelola secara sistematis. Ini bukan sekadar soal pasokan, ini soal visi jangka panjang: bagaimana kita membangun IKN tanpa meninggalkan rakyat dan potensi daerah,” ujar Sarkowi, Kamis (5/6/2025).

 

Sebagai anggota Komisi IV yang membidangi sektor pertanian, perkebunan, dan ketahanan pangan, Sarkowi menekankan bahwa pembangunan IKN harus menjadikan Kalimantan Timur bukan sekadar penyedia lahan atau tenaga kerja, melainkan mitra strategis dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.

 

Ia menggarisbawahi pentingnya membangun sinergi antar lembaga  mulai dari Pemerintah Pusat, Otorita IKN, hingga Pemerintah Daerah untuk membentuk sistem pangan yang terkoordinasi dan adaptif terhadap dinamika pembangunan.

 

“Ketahanan pangan tak bisa dibangun dengan pendekatan sektoral. Harus ada integrasi lintas sektor, kebijakan yang berpijak pada kondisi lapangan, dan keberpihakan pada petani lokal,” tegasnya.

 

Sarkowi juga menilai bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan dan pemetaan kebutuhan pangan sangat penting. Ia mengapresiasi langkah Otorita IKN yang mulai membuka ruang partisipasi publik untuk menggali potensi dan aspirasi di daerah.

 

Lebih dari itu, ia melihat penguatan pangan lokal bukan hanya sebagai instrumen ketahanan, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.

 

Lebih lanjut, ketika produksi pangan diperkuat dari desa-desa, maka yang terjadi bukan hanya peningkatan pasokan, tetapi juga penciptaan nilai tambah dan lapangan kerja.

“Dengan mengangkat potensi lokal, kita tidak hanya membangun kota baru, tapi juga membangun harapan dan masa depan ekonomi masyarakat Kalimantan Timur,” pungkas Sarkowi. (ADV)